Senin, 8 Agustus 2022
Aku bangun pagi-pagi sekali karena ini hari pertamaku bekerja sebagai seorang guru. Aku tidak tau harus berpakaian seperti apa. Terakhir kali saat bertemu dengan Uztadz Wasit, yang rupanya adalah Kepala Sekolah SD ALIFYA, beliau bilang boleh pakai pakaian apa saja yang penting sopan dan tidak kasual.
Em... bingung. Ku bongkar lemariku, ku cari pakaian yang tidak kasual itu seperti apa? aku malah bingung. "Pakai batik saja lah" kata ibuk. "Oh ya batik"
Ternyata aku tidak bisa menemukan baju batikku, karena terlalu lama tidak kupakai hingga lupa dimana terakhir meletakkanya. Haduhh
Akhirnya, alternatif lain adalah meminjam batik pada mbak sepupuku, Mbak Yana.
Sebelum berangkat, ku pandangi sosokku yang telihat begitu berbeda dari biasanya di depan cermin, belum pernah aku se formal ini. Bahkan waktu kuliah dulu aku tidak se rapi ini. haha. Ku kenakan batik hijau toska dengan jilbab bewarna senada yang dipadukan dengan rok hitam, khas seperti mahasiswa FKIP atau guru-guru pada umumnya. Sepatu pantofel yang baru hari minggu kemarin aku beli di toko masih terlihat kinclong hitam tak berdebu dengan hiasan 3 mutiara putih di setiap pasangnya. Kupandangi diriku di depan cermin, cantik.
Ini pekerjaan pertamaku setelah aku lulus kuliah, itu artinya lebaran tahun depan aku sudah tidak dapat angpau lagi. Bisikku pada diri sendiri.
Pagi itu aku berangkat jam 6.00 pagi. Yang ku ingat kata Ust. Wasit sekolah akan masuk jam 06.30 sedang para guru hadir jam 06.15 untuk menyambut siswa.
Jam 06.10 aku sampai di depan sekolah, sesuai perkiraan, 10 menit perjalanan dari rumah.
Tapi ada yang aneh. Kenapa sekolah sepi sekali? kemana murid-murid dan guru lainnya?
Aku masuk ke halaman sekolah dengan ragu. Ternyata di dalam ada Ust. Wasit. Aku memberi salam kepada beliau, dan beliau menyilahkanku duduk di kantor guru.
Aku terus bertanya-tanya dalam hati, ini hari libur kah?
"Ustadzah, hari ini ada kegiatan di Panti Asuhan di Tenggarang dalam rangka 10 Muharram. Nanti sampean tunggu Utdzah Yaya saja, nanti berangkat sama beliau" Kata ustadz lalu meninggalkanku sendiri di sekolah.
Aku tidak tau Ustadzah Yaya itu siapa dan orangnya yang mana. Yang aku bisa hanya terus menunggu, sudah jam 7 pagi. Ustadzah Yaya yang dimaksud belum datang juga. Jam 7.30 akhirnya beliau datang.
Kami berangkat ke Panti Asuhan yang dimaksud dengan segera.
Sesampainya disana, satu hal yang menjadi topik utama pikiranku adalah AKU SALAH KOSTUM. Karena hari ini anak-anak tidak ke sekolah melainkan belajar di Panti Asuhan, maka baik guru-guru dan anak-anak menggunakan pakaian muslim bebas. Sedangkan aku menggunakan pakaian terlalu formal untuk acara ini...haduuuhhh.
Beberapa murid karena tidak mengenaliku sebagai guru menganggapku sebagai petugas asrama panti karena memakai seragam yang tidak serasi dengan guru lainnya.
Jadi hari ini, 10 Muharram 1443 H adalah hari pertamaku bertemu dengan keluarga besar ALIFYA. Ku kira hari ini akan jadi hari pertamaku masuk kelas, ternyata masih besok. hehe
