Cari di sini

Rabu, 24 Mei 2023

2. Hari pertama

 

Senin, 8 Agustus 2022

Aku bangun pagi-pagi sekali karena ini hari pertamaku bekerja sebagai seorang guru. Aku tidak tau harus berpakaian seperti apa. Terakhir kali saat bertemu dengan Uztadz Wasit, yang rupanya adalah Kepala Sekolah SD ALIFYA, beliau bilang boleh pakai pakaian apa saja yang penting sopan dan tidak kasual.

Em... bingung. Ku bongkar lemariku, ku cari pakaian yang tidak kasual itu seperti apa? aku malah bingung. "Pakai batik saja lah" kata ibuk. "Oh ya batik" 

Ternyata aku tidak bisa menemukan baju batikku, karena terlalu lama tidak kupakai hingga lupa dimana terakhir meletakkanya. Haduhh

Akhirnya, alternatif lain adalah meminjam batik pada mbak sepupuku, Mbak Yana.

Sebelum berangkat, ku pandangi sosokku yang telihat begitu berbeda dari biasanya di depan cermin, belum pernah aku se formal ini. Bahkan waktu kuliah dulu aku tidak se rapi ini. haha. Ku kenakan batik hijau toska dengan jilbab bewarna senada yang dipadukan dengan rok hitam, khas seperti mahasiswa FKIP atau guru-guru pada umumnya. Sepatu pantofel yang baru hari minggu kemarin aku beli di toko masih terlihat kinclong hitam tak berdebu dengan hiasan 3 mutiara putih di setiap pasangnya. Kupandangi diriku di depan cermin, cantik.

Ini pekerjaan pertamaku setelah aku lulus kuliah, itu artinya lebaran tahun depan aku sudah tidak dapat angpau lagi.  Bisikku pada diri sendiri. 

Pagi itu aku berangkat jam 6.00 pagi. Yang ku ingat kata Ust. Wasit sekolah akan masuk jam 06.30 sedang para guru hadir jam 06.15 untuk menyambut siswa.

Jam 06.10 aku sampai di depan sekolah, sesuai perkiraan, 10 menit perjalanan dari rumah. 

Tapi ada yang aneh. Kenapa sekolah sepi sekali? kemana murid-murid dan guru lainnya?

Aku masuk ke halaman sekolah dengan ragu. Ternyata di dalam ada Ust. Wasit. Aku memberi salam kepada beliau, dan beliau menyilahkanku duduk di kantor guru.

Aku terus bertanya-tanya dalam hati, ini hari libur kah?

"Ustadzah, hari ini ada kegiatan di Panti Asuhan di Tenggarang dalam rangka 10 Muharram. Nanti sampean tunggu Utdzah Yaya saja, nanti berangkat sama beliau" Kata ustadz lalu meninggalkanku sendiri di sekolah. 

Aku tidak tau Ustadzah Yaya itu siapa dan orangnya yang mana. Yang aku bisa hanya terus menunggu, sudah jam 7 pagi. Ustadzah Yaya yang dimaksud belum datang juga. Jam 7.30 akhirnya beliau datang. 

Kami berangkat ke Panti Asuhan yang dimaksud dengan segera. 

Sesampainya disana, satu hal yang menjadi topik utama pikiranku adalah AKU SALAH KOSTUM.  Karena hari ini anak-anak tidak ke sekolah melainkan belajar di Panti Asuhan, maka baik guru-guru dan anak-anak menggunakan pakaian muslim bebas. Sedangkan aku menggunakan pakaian terlalu formal untuk acara ini...haduuuhhh.

Beberapa murid karena tidak mengenaliku sebagai guru menganggapku sebagai petugas asrama panti karena memakai seragam yang tidak serasi dengan guru lainnya. 

Jadi hari ini, 10 Muharram 1443 H adalah hari pertamaku bertemu dengan keluarga besar ALIFYA. Ku kira hari ini akan jadi hari pertamaku masuk kelas, ternyata masih besok. hehe




1. Telepon 6 menit

 

Telepon 6 menit

Bondowoso, 6 Agustus 2022

"Drttt....drttt..." handphone ku bergetar lama, sebuah panggilan masuk. 

Siapa sih telpon pagi-pagi gini di hari sabtu?"gerutuku. Ini masih jam 5 pagi. 

Sebuah panggilan masuk dari nomer tak di kenal. Hampir saja aku enggan mengangkat, akhirnya ku angkat juga, barangkali mantanku menelpon. hehe

"Halo?" kataku

"Assalamualaikum"  terdengar suara sapaan dari seorang laki-laki, sepertinya setengah baya. Jelas dia bukan mantanku.

Alisku mengernyit ke atas, agak kaget. Siapa ya? tanyaku dalam hati. Tapi yang keluar dari mulutku adalah "Walaikumsalam" menjawab salam yang diucapkan laki-laki setengah baya itu. 

"Mohon maaf menganggu, saya dapat nomer jenenenggan dari Pak Ahmad. Saya Uztadz Wasit dari SD ALIFYA"
"Oh nggeh, ada apa nggeh?" tanyaku agak bingung kenapa pamanku memberikan nomerku ke beliau.

"Begini Bu, kata Pak Ahmad jenenengan tertarik untuk jadi guru. Di sekolah kami sedang membutuhkan guru kelas 2. Apa jenenggan masih tertarik nggeh?" tanya beliau dengan sopan.

"emm Nggeeh... masih tertarik" kataku agak terbata-bata. Spontan ku jawab demikian padahal aku tidak ingin, tapi demi mengiyakan permintaan ibuku yang memang dari dulu ingin aku jadi guru sehingga tanpa pikir panjang aku jawab saja begitu. 

"Alhamdulillah. Kalau begitu apa bisa menyerahkan lamarannya hari ini nggeh? "

"Hari ini bapak?" tanyaku agak kaget. "Iya hari ini, saya tunggu sebelum jam 9 di sekolah nggeh. Karena sekalian jenenggan di interview dengan ketua yayasan" kata beliau.

"Oh nggeh-nggeh" kataku manggut-manggut.

"Baik bu, terima kasih. Assalamualaikum" kata beliau yang kemudian menutup sambungan telepon.

"Walaikumsalam" jawabku.

Ini masih jam 5.06 pagi, keadaanku sedang tidak enak badan.  Memang semalam aku demam, dan aku sudah memutuskan untuk rebahan saja sabtu ini. Tapi urung sampai telpon dari Pak Wasit itu datang. Aku sampaikan perihal ini pada Ibu. Ibu sangat senang mendengar anak perempuan satu-satunya ini mendapat tawaran menjadi guru, sebuah profesi yang melelahkan dengan gaji yang merisaukan, fyuhhh




Prolog


Hari guru, 25 November  2022.

Pertama kalinya hari guru terasa berbeda dalam hidupku. 

"Ustadzah, ini buat ustadzah" kata Nadin sembari memberikan sebuah kado kecil berbentuk persegi panjang tipis yang dibungkus dengan kertas kado warna warni. "Ini untuk ustzadah?"tanyaku setengah tidak percaya
"Iya buat ustadzah" katanya sambil tersenyum dan berlari meninggalkanku. 
"Makasih nadin" 

Ku toleh kanan dan kiri, ketika sepi, ku buka bungkusan kecil itu. Dua bungkus SilverQueen, rasa coklat dan vanila! Wahh coklat, seruku girang dalam hati.  Sebuah kertas putih ditempelkan di depan bungkusan coklat itu, bertuliskan Selamat hari guru dai nadin 1B. Manis sekali, semanis aku. 


Alih-alih mengajar, justru saya yang lebih banyak belajar.

Alih-alih menjadi pendidik, justru saya yang lebih banyak di didik.


3. Hari Pertama

  Bondowoso, 9 Agustus 2022 Catatan ini ditulis pada 23 September 2023, lebih dari setahun yang lalu. Aku masih ingat betul hari pertamaku m...